Minggu, 23 Desember 2012

Hipertiroid


  1. DEFINISI
            Hipertiroid adalah suatu keadaan hipermetabolik disebut juga tirotoksikosis, terjadi akibat kelebihan sekresi tiroksin (T4) atau triiodo-tironin (T3). (Barbara, C. Long, 1996: 265). Hipertiroid adalah kadar HT dalam darah yang berlebihan.(Corwin, 2000: 263). Hipertiroidisme adalah suatu ketidakseimbangan  metabolik  yang merupakan akibat dari produksi hormone tiroid yang berlebihan. (Doenges, M. E, 2000: 708). Hipertiroidadalah keadaan di mana kadar hormone tiroid yang berlebihan dan terlalu aktif. Hipertiroidisme adalah keadaan di mana produksi hormon tiroksin berlebihan. (Ranakusuma, A. B, 1992: 24-25). Hyperthiroidism is characterized by overactivity of the thyroid gland, hipersecretion of thyroid hormone, and increased body metabolism and heat production. (Luckman and Sorenson’s, 1993: 1809).


  1. ETIOLOGI

         Hipertiroidisme dapat terjadi akibat disfungsi kelenjar tiroid, hipofisis atau hipotalamus. Peningkatan TSH akibat malfungsi kelenjar tiroid akan disertai penurunan TSH dan TRF karena umpan balik negative HT terhadap pelepasan keduanya. Hipertiroidisme akibat malfungsi hipofisis memberikan gambaran kadar HT dan TSH yang tinggi. TRF akan rendah karena umpan balik negative dari HT dan TSH. Hipertiroidisme akibat malfungsi hipotalamus akan memperlihatkan HT yang tinggi disertai TSH dan TRH yang berlebihan. (Corwin, J. E, 2000: 263).
Lebih dari 90% hipertiroidisme adalah penyakit Graves dan nodul tiroid toksik. Ada berbagai hal yang menjadi penyebab hipertiroid, antara lain:
Biasa                         Penyakit Graves
Nodul tiroid toksik: multinodular dan mononodular toksik
Tiroiditis
Tidak biasa             Hipertiroidisme neonatal
Hipertiroidisme faktisius
Sekresi TSH yang tidak tepat oleh hipofisis: tumor, nontumor (syndrome resistensi hormone tiroid)
Yodium eksogen.
Jarang                      Metastasis kanker tiroid
Koriokarsinoma dan mola hidatidosa
Struma ovarii
Karsinoma testicular embrional
Pilyostotic fibrous dysplasia (Sindrom Mc-Cune-Albright)
(Mansjoer, A, 1999: 594)


  1. KLASIFIKASI

  1. Penyakit Grave’s- Grave’s ialah nama orang yang pertama menemui penyakit ini. Penyakit Grave’s merupakan penyebab tersering hipertiroidisme merupakan suatu penyakit otoimun yang biasanya ditandai oleh produksi otoantibodi yang memiliki kerja mirip TSH pada kelenjar tiroid. Otoantibodi IgG ini yang disebut immunoglobulin perangsang tiroid (Thyroid-Stimulating Immunoglobulin), meningkatkan pembenukan HT.Badan pesakit yang mengalami hipertiroidisme selalu akan mengeluarkan antibody, yang kemudian akan merangsang kelenjar tiroid untuk menjadi aktif. Penyebab penyakit Grave’s tidak diketahui, namun tampaknya terdapat predisposisi genetic terhadap penyakit otoimun. Penyakit Graves biasanya terjadi pada usia sekitar 30-40 tahun dan lebih sering ditemukan pada wanita daripada pria.

  1. Penyakit multi nodular goiter
Keadaan di mana wujud nodul pada tiroid dan berfungsi sama ada secara aktif, normal atau tidak aktif langsung.
  1. Adenoma toksik
Wujud satu nodul saja pada tiroid tetapi nodul itu aktif dan mengeluarkan hormone berlebih.



  1. ANATOMI PATOLOGI

        Kelenjar tiroid adalah salah satu kelenjar getah bening yang terletak di daerah leher, berdekatan dengan nervus laryngeus rekurrens dan kelenjar paratiroid. Kelenjar ini merupakan kelenjar terbesar dan terberat dibandingkan kelenjar lainnya.Terdiri dari dua bagian dengan berat kira-kira 20-30 gram. Kelenjar tiroid ini kaya pembuluh darah dan terdapat sistem limfatik yang berada di dalam kelenjar. Terdapat kedua susunan saraf otonom, akan tetapi saraf simpatik lebih berperan. Sel yang mendominasi kelenjar ini adalah sel folikel. Hormon yang diproduksi adalah tiroksin (T4) dan triiodo-tironin (T3). Produksi hormon ini tergantung pada stimulasi dari tirotropin stimulatinghormon (TSH) yang berasal dari hipofisis, di samping hormon ini kelenjar tiroid masih memproduksi tiroglobulin. Sifat hormon T3 dan T4  adalah meningkatkan  metabolisme karbohidrat, lemak dan protein.



 5. MANIFESTASI KLINIS

Pada umumnya gejala klinik berupa:
  1. Gangguan kardiopulmoner seperti:
  • § Berdebar-debar
  • § Hipertensi sistolik
  • § Tekanan nadi meningkat
  • § Kadang-kadang disertai sesak nafas

  1. gangguan gastrointestinal
  • Selera makan semakin bertambah
  • Berat badan mulai menurun
  • Kerap buang air besar/diare
  • Malabsorpsi
  • Sering berpeluh/berkeringat karena metabolisme meningkat

  1. Gangguan saraf dan neuromuskular oleh kelebihan tiroksin
  • Emosi labil
  • Rasa gelisah
  • Susah tidur
  • Hiperkinetik (banyak bergerak)
  • Lumpuh kaki, terutama di kalangan laki-laki.
  • Penglihatan terjejas karena saraf mata tertekan
  • Menggeletar jari tangan
  • Mata melotot/bola mata menonjol terjadi akibat pembengkakan otot dan jaringan lemak di sekitar mata.

  1. Kelainan kulit
  • Biasanya kulit menjadi hangat, lembab dan terdapat hiperpigmentasi
  • Kelainan pada jari tangan dan kulit pada depan betis

  1. Gangguan tulang, sering ditemukan fraktur terutama pada pasien lansia oleh karena reabsorpsi kalsium usus menurun dan resorpsi tulang meningkat.
  2. Gangguan sistem reproduksi
        Sering ditemukan menstruasi tidak teratur, infertilitas akan tetapi setelah hipertiroidisme terkendali lagi  sistem reproduksi bisa kembali normal.



6. PENGOBATAN
     Pengobatan hipertiroid dilaksanakan dengan tujuan untuk membatasi produksi hormon tiroid yang berlebihan.
Pengobatan yang dimaksud antara lain :

1.Obat anti-tiroid.
    Biasanya diberikan sekitar 18 - 24 bulan.
    Contoh : propil tio urasil (PTU), karbimazol.

2.Pemberian yodium radioaktif.

     Untuk pasien berumur 35 /lebih atau pasien yang hipertiroidnya kambuh setelah operasi.

3.Operasi Tiroidektomi subtotal.
Cara ini dipilih untuk pasien yang pembesaran kelenjar tiroid-nya tidak bisa disembuhkan hanya dengan bantuan obat-obatan, untuk wanita hamil (trimester kedua ), dan untuk yang alergi terhadap obat / yodium radioaktif. Sekitar 25% dari semua kasus terjadi penyembuhan spontan dalam waktu 1 tahun.




sumber :
 http://healthyenthusiast.com/hipertiroid.html
http://www.mediasehat.com/tanyajawab570


Tidak ada komentar:

Posting Komentar